Cara Menguji Kekuatan Tarik dan Mulur Benang Per Helai
Kekuatan
benang adalah daya tahan benang terhadap gaya yang bekerja pada benang secara
maksimal sehingga benang putus. Kekuatan benang biasanya diidentikkan dengan
beban maksimal yang mampu ditahan oleh benang pada saat putus, oleh karena itu
biasannya satuan kekuatan benang biasanya dinyatakan dalam satuan berat (gram
atau pound). Sedang kan yang dimaksud benang (staple) yang putus yaitu apabila
serat-serat penyusun benang telah saling slip dan terlepas. Pada saat pengujian
kekuatan tarik biasanya sering dilakukan juga pengujian mulur benang.
Pengujian
kekuatan benang dapat dilakukan dengan berbagai metode(jenis alat) yaitu:
· Constant
rate of traverse(pengujian kekuatan tarik dengan penarikan tetap)
· Constant
rate of loading (pengujian kekuatan tarik dengan beban tetap)
· Constant
rate of elongation (pengujian kekuatan tarik dengan mulur tetap)
Pada
pengujian menggunakan alat IPT( Inclane Plane Tester) termasuk jenis pengujian
dengan metode pengujian kekuatan tarik dengan beban tetap. Pada prinsipnya
pengujian ini, yaitu Benang dijepit pada dua penjepit (pasif dan aktif)
penjepit aktif bergerak menarik benang sedangkan penjepit pasif hanya menahan
tarikan benang dari gerakan penjepit aktif. Kemudian penjepit aktif dihubungkan
dengan kereta beban yang diletakkan pada rel. Pada saat pengujian rel kereta
akan bertambah miring sehingga kereta akan bergerak turun dan penjepit aktif
akan bergerak dan menarik benang yang tertahan pada penjepit pasif. Pada saat
benang tidak mampu menahan beban karena tarikan dari penjepit aktif maka benang
tersebut akan putus. Pada pergerakan penjepit aktif atau kereta dicatat oleh
spidol pada papan diagram beban terhadap mulur benang. Besarnya beban maksimal
yang mampu ditahan oleh benang ditunjukkan pada grafik yang dibentuk spidol
pada papan diagram kearah vertikal sedangkan mulur ditunjukkan pada diagram
horizontal.
I. ALAT
DAN BAHAN
a. IPT
b. Contoh
Uji
c. Beban
II. LANGKAH
KERJA
- Mengatur jarak jepit sesuai dengan yang
ditentukan serat beban yang akan dipakai.
- Memasang kertas grafik pada papan grafik
- Memasang contoh uji (benang) pada
penegang dan lewatkan pada kedua penjepit kemudian kencangkan penjepit
aktif diikuti dengan penjepit pasif
- Memasang spidol pada grafik tepat titik
“nol”
- Menekan tombol “on”
- Memutar tombol “NT”ke sebelah kanan
- Pada saat benang putus handle ditarik ke sebelah
kiri dan memutar posisi tombol “NT”ke sebelah kiri
- menekan tombol “OFF”
Cara
mencari derajat elastisitas :
a. Menentukan
titik 80% dari kekuatan terendah (sesuaikan dengan permintaan)
b. Mengerjakan
sesuai point 3, 4, 5, dan 6 diatas.
c. Pada
saat spidol mencapai titik kekuatan 80 % handle ditarik kesebelah kiri dan
tombol ”NT”diputar ke sebelah kiri
d. Menekan
tombol “OFF”