Cari Artikel Tekstil

Popular Post

  • Recent Developments in Smart and Intelligent Textiles.
  • Deciding the Fabric Features with Weaving Patterns.
  • AMedical Textiles: Nanofiber-based Smart Dressings for Burn Wounds.
  • Penjelasan mengenai pertenunan handuk.
  • Plasma Treatment Technology for Textile Industry Plasma Treatment Technology for Textile Industry.

Monday, November 5, 2018

Evaluasi Serat Kapas
Dalam perdagangan ataupun dalam industri soal mutu dari bahan baku adalah sangat perlu untuk diketahui. Kapas sebagai bahan baku benang sangat perlu diketahui pula mutunya untuk dapat ”diramalkan” sampai berapa jauh kapas tersebut dapat diprodusir menjadi benang yang cukup baik.
Mutu dari serat kapas secara tradisionil dinyatakan dengan grade dan staple yang ditentukan oleh cotton classers yang terlatih baik. Pengukuran-pengukuran secara laboratoris telah dikembangkan untuk memperoleh informasi tambahan tentang mutu dan melengkapi hasil-hasil klasifikasi yang sudah lazim dikerjakan.
Sebagian besar dari pengujian serat diselenggarakan dalam atmosfir standar 70F dan kelembapan relatif 65%. Setelah contoh-contohnya dikondisikan dalam udara yang bergerak di atmosfir standar.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi mutu kapas dapat disimpulkan menjadi 3 unsur pokok yaitu : Staple, Character dan Grade.
Stapel
Stapel atau panjang stapel (staple length) adalah istilah yang diberikan untuk menyatakan panjang serat yang diperoleh dari pengukuran dengan tangan (hand stapling) dan istilah pengertian lain untuk panjang serat kapas yang diperoleh dari analisa dengan menggunakan alat-alat laboratorium, seperti Effective length, upper half mean length, upper quartile length, dan sebagainya.
Panjang serat merupakan faktor yang sangat penting sebagai faktor yang paling menentukan dapat tidaknya suatu serat kapas dipintal sampai nomor/kehalusan yang dikehendaki.
Selain dari panjang serat juga ada istilah kerataan panjang serat yang menggambarkan banyak sedikitnya serat-serat pendek dalam serat dan hal ini menentukan jumlah limbah (waste) yang terjadi dalam pemintalan, selain juga kerataan benangnya.
            Character
Character adalah termasuk semua sifat-sifat kapas selain ”staple” dan ”grade” sifat-sifat ini umumnya meliputi:
kehalusan
Kehalusan serat kapas dapat dinyatakan menurut tebal atau diameternya. Akan tetapi lazim dinyatakan dalam perbandingan antara panjang dan beratnya dengan satuan-satuan denier, Nm, Tex dan lainnnya.
Kehalusan serat turut menentukan kekuatan dan kehalusan benang yang dibuatnya. Makin halus, makin baik, akan tetapi terlalu halus untuk sesuatu serat kapas dapat menunjukan mudanya serat yang malah dapat menimbulkan nep dalam pengerjaannya.
kedewasaan
Serat kapas dewasa memiliki dinding yang tebal, sedang yang muda dindingnya tipis. Untuk semacam serat kapas, serat dewasa memiliki sifat-sifat kekuatan yang lebih baik daripada yang muda. Serat yang muda dapat pula menimbulkan apa yang disebut ”nep” dalam pengerjaan dan yang menyebabkan hasil benang kurang rata bentuknya.
Selain itu serat-serat yang muda kurang daya serapnya dibandingkan dengan serat yang dewasa.
kekuatan dan mulur
Pentingnya pengujian kekuatan serat kapas dan metode untuk pengujian kekuatan tersebut bertahun-tahun telah menjadi topik diskusi dalam bidang industri tekstil.
Pentingnya pengujian kekuatan serat telah disepakati orang karena kekuatan serat merupakan faktor yang menunjang langsung kekuatan hasil produksi akhir, baik produksi itu merupakan benang ataupun kain. Kekuatan serat juga mempengaruhi pegangan, drape dan sifat-sifat lainnya pada kain.
Jika sifat-sifat lainnya tetap, maka makin kuat seratnya makin kuat pula benang atau kainnya. Tingginya kekuatan serat kapas diasosiasikan dengan tingginya derajat kristalinitas, dan karena itulah serat yang kuat akan lebih kaku daripada serat yang sedang atau kurang kekuatannya.
Karena itu, untuk kain-kain yang harus mempunyai pegangan atau rabaan yang halus (soft) disarankan menggunakan serat-serat yang kekuatannya sedang atau kurang. Tetapi juga tidak berarti harus menggunakan serat yang lemah kekuatannya untuk membuat kain yang baik.
Wibb dan Richardson melaporkan hubungan antara sifat-sifat serat dengan kekuatan benang garuk (Card yarn), nep-nep berpengaruh kepada kekuatan benang, sifat-sifat serat yang merupakan penunjang – penunjang yang penting pada setiap kelompok panjang stapel adalah sebagai berikut :
7/8 inch dan 29/32 inch                 : hanya kekuatan serat
15/16 inch dan 31/32 inch             : kekuatan serat dan kehalusan
1 inch                                            : kekuatan serat, kehalusan dan uniformity ratio
1 1/32 inch                                    : kekuatan serat dan grade index
1 1/16 inch                                    : kekuatan serat, uniformity ratio dan grade index
1 3/32                                            : Kekuatan serat, uniformity ratio dan persen kedewasaan
Laporan tersebut adalah hasil suatu study pada sejumlah kecil varietas kapas dan belum berarti bahwa semua kapas demikian. Akan tetapi setidaknya laporan itu menunjang suatu pandangan bahwa pengujian kekuatan serat dapat berguna dipabrik-pabrik terutama pemilihan kapas untuk suatu jenis produksi.
Sudah banyak dikenal orang macam cara pengujian kekuatan serat, mengetahui variasi kekuatan serat, mengetahui hubungan stress dan strain yang selanjutnya dapat diketahui sifat-sifat lain yang ada hubungannya dengan stress strain tersebut. Namun metoda pengujian serat perhelai dapat memakan waktu yang lama.
Sebagai gambaran, kalau dalam suatu contoh serat kapas bervariasi kekuatannya dari ½ gram – 10 gram per helai, maka agar diperoleh penyimpangan rata-rata sesungguhnya 2%, diperlukan 1500 serat dan untuk +/- 5% kira-kira 250 serat. Lagipula dalam pengujian perhelai ini belum diperhitungkan tebal tipisnya serat. Dalam prakteknya harus diperhitungkan juga hubungan relatif terhadap kehalusan serat dan orang baru dapat menyatakan kekuatan dalam tenacity dengan satuan gram/denier atau gram/tex atau dalam tensile strength dengan satuan gram/mm2 atau lb/inch2. Jika sudah demikian memang variasinya menjadi kecil, namun demikian untuk mencapai ketelitian dari rata-ratanya perlu diuji tidak kurang dari 100 helai tiap contoh. Sudah tentu tenaga dan waktu dapat dikatakan tidak berkurang karena penimbangan, juga memerlukan waktu dan tenaga.
Karena alasan diatas, lalu orang perlu menggunakan cara lain yang lebih cepat, yaitu dengan menggunakan pengujian perberkas atau perbundel.
Beberapa alat yang dikenal untuk pengujian kekuatan per berkas / bundel seperti pressley tester, stelometer dan clemson flat bundle tester. Diantara alat-alat tersebut yang paling banyak dipakai adalah pressley tester.
friksi permukaan
Yang dimaksudkan ialah kesanggupan dari serat-serat untuk memegang satu sama lain. Permukaan serat yang licin (kapok umpamanya) menyebabkan serat-serat mudah tergelincir atau memisahkan diri satu dari yang lain, sehingga sukar untuk dipintal atau kalaupun dapat akan menghasilkan benang yang tidak kuat.
pilinan (convolution)
Serat kapas pada waktu tumbuhnya telah mempunyai pilinan asli yang jumlahnya kurang lebih 155 – 300 pilinan / inch.
Pilinan ini dapat dengan jelas dilihat dibawah mikroskop. Dalam perdaganggan, pilinan asli ini tidak diperhatikan lagi, karena pada umumnya kapas dianggap telah mempunyai pilinan yang cukup.
flexibility
Fleksibilitas diartikan sebagai kemampuan serat untuk kembali ke panjang atau dimensinya semula setelah mengalami atau mendapatkan gaya dari luar, baik merupakan tarikan ataupun tekanan.

Pengujian Panjang Serat Kapas dengan Fibrograph
A. Panjang Serat
Pada  serat  kapas  panjang  serat  adalah  salah  faktor  yang  sangat  penting
karena sifat yang lainnya seperti kehalusan dan kekuatan serat mempunyai hubungan yang  erat  dengan  panjang  serat  tersebut,  makin  panjang  serat  biasanya akan  makin halus dan kuat seratnya. Hal ini erat kaitannya dengan varietas tanaman kapas.
Panjang  stapel  serat  kapas  sangat  diperlukan  terutama  dalam  proses perencanan proses pemintalan. Panjang stapel ini diperlukan untuk menentukan daya pintal  (spinning  ability),  yaitu  kemampuan  serat  kapas  sampai  nomor  benang  berapa dapat  dibuat  menjadi  benang  dengan  proses  yang  lancar  dan  menghasilkan  kualitas benang  yang  baik.  Tentunya  makin  panjang  serat  kapas  akan  makin  tinggi  pula spinning  abilitynya,  artinya  dapat  dibuat  menjadi  benang  yang  lebih  halus,  dan sebaliknya.
Panjang  serat  kapas  sangat  bervariasi,  contohnya  kapas  dengan  panjang efektif 29 mm terdiri dari serat dengan panjang 4 mm – 39 mm.
B. Cara pengujian panjang serat
Cara pengujian panjang serat dapat dilakukan dengan dua cara :
1.  Dengan hand stapling
Hasilnya  berupa  staple  length,  Staple  length  adalah  panjang  serat  yang diperoleh  dengan  tangan  melalui  cara  tertentu  menggunakan  perhitungan dan perasaan  dilakukan  oleh  cotton  classer.  Cara  ini  biasanya  digunakan  dalam perdagangan.
2.  Dengan menggunakan alat
a.  Metoda Array
Pemisahan  serat  setiap  fraksi  panjang  serat  mulai  dari  serat  terpendek sampai serat terpanjang. Alatnya : Baersorter/Combsorter.
b.  Fibrograph
Prinsip  pengujiannya  :  Sekelompok  serat  yang  telah  diluruskan  (disisir) disinari dan jumlah sinar yang menembus serat-serat pada posisi tertentu diukur oleh suatu photo-tube.
c. Classifiber
Prinsip pengujiannya : Sekelompok serat digaruk dan diluruskan dengan menggunakan flat carding sampler untuk mendapatkan serat yang lurus dan sejajar pada sampler comb yang kemudian diukur panjangnya dengan sebuah metoda optik yang kemudan akan diperoleh sebuah grafik staple diagram di komputer.

C.  Pengujian dengan Alat Baersorter
Prinsip pengujian : suatu alat pemisah yang terdiri dari dua susunan sisir yang sejajar digunakan untuk meluruskan dan meratakan serat. Serat ditarik dari salah satu susunan sisir dipindahkan ke susunan sisir lainya, sedemikian sehingga salah satu dari masing-masing   ujung  serat  rata  dengan  sisir  pertama.  Pemindahan  serat  dilakukan berulang-ulang untuk meratakan ujung yang lainnya. Setelah serat diratakan beberapa kali,  setiap  kelompok  serat  disimpan  dan  disusun  sejajar  pada  papan  beludru  hitam. Kelompok serat yang berada dalam satu interval panjang dikumpulkan dan ditimbang. Dari data panjang-berat dapat dihitung  mean length, upper quartile length, upper half mean length, koefisien variasi dan persen serat pendek.

            Prosedur cara penentuan panjang serat kapas dengan baer sorter yaitu :
            Pemindahan pertama
            75 mg contoh kapas AUS yang akan diperiksa sedikit demi sedikit dan dengan hati-hati diletakkan di atas sisir bawah (dimana kapas tersebut benar-benar bersih dari nep), kemudian ditekan dengan garpu penekan. Menekan kapas ini dalamnya dari ujung gigi sisir sekurang-kurangnya 1 ½ mm (1/16”) dan maksimum kurang dari setengah tinggi sisir. Harus diusahakan agar serat itu tidak terletak menumpuk, tetapi menempati kira-kira ¾ dari lebar sisir. Letak serat itu harus dibereskan.
            Ujung-ujung serat kapas yang tersembul keluar dari sisir bawah yang terdekat dengan penguji itu dicabut dengan pinset lalu dimasukkan kembali ke sisir bawah. Kemudian serat kapas itu dipindahkan ke sisir atas.
Waktu serat kapas masih dipegang oleh pinset, serat kapas itu dilalukan/digarukkan pada sisir atas, supaya lurus dan sejajar dan setelah ujung pinset dalam kedudukan terdekat dengan sisir atas yang terdekat dengan penguji, maka serat kapas itu bersama-sama dilepaskan dari pinset dan ditekan ke bawah dengan barpu penekan. Dalamnya penekanan kapas ini ketentuan-ketentuannya sama dengan waktu menekan serat-serat kapas pada sisir bawah.
            Dengan menjatuhkan sisir-sisir bawah satu persatu, akhirnya semua serat kapas dipindahkan dengan pinset ke sisir atas dengan cara yang sama seperti tersebut di atas. Ujung-ujung serat-serat kapas yang terletak pada sisir atas yang terdekat dengan penguji itu harus rata. Bagian serat yang menonjol dicabut dengan pinset dikembalikan lagi ke sisir atas dengan cara yang sama seperti waktu memindahkan serat-serat kapas dari sisir bawah ke sisir atas. Selanjutnya semua sisir atas serentak ditelungkupkan ke depan dan dirapatkan dengan sisir bawah. Dan dengan demikian serat-serat itu akan dipegang oleh sisir atas dan bawah.
            Pemindahan kedua
            Dimulai dari fraksi yang terpanjang serat kapas dicabut dengan pinset kemudian diletakkan di atas sisir-sisir bawah dan mengangkat sisir-sisir atas satu persatu, akhirnya masing-masing fraksi serat kapas yang ada pada sisir kemudian ditimbang beratnya.

Prinsip bekerjanya alat pemisah kapas :
Langkah ke 1
Serat kapas diletakkan di sisir bawah. Letak serat belum diatur.
Langkah ke 2
Serat kapas dipindahkan ke sisir atas. Letak serat harus diatur agar sejajar dan ujung-ujungnya disatu bagian rata dan terletak dalam satu garis.
Langkah ke 3
Sisir atas ditelungkupkan ke depan, sehingga bagian serat kapas yang tidak rata menghadap penguji dan serat panjang dekat penguji.
Langkah ke 4
Masing-masing fraksi serat kapas dipindahkan ke beludru hitam sehingga didapatkan hasil seperti yang terlihat pada gambar dari masing-masing fraksi itu kemudian ditimbang beratnya.

LANGKAH PENGUJIAN
1.    Mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
2.    Meluruskan serat kapas yang dibutuhkan sampai mencapai jumlah tertentu dengan menggunakan tangan.
3.    Menimbang serat kapas yang telah diluruskan (dibersihkan) sampai mencapai berat 100  mg  untuk  baersorter  dan  75  mg  untuk  doublesorter. Dalam  hal  ini menggunakan baersorter.
4.    Melakukan 2 tahap pemindahan
Pemindahan Pertama
a.    Menaruh  serat  yang  telah  disisir  dan  ditimbang  pada  sisir  pertama. Meletakkannya  di  bagian  tengah  sisir  bawah,  menekan  dan  meratakannya dengan garpu.
b.    Menjatuhkan sisir paling depan sehingga sejumlah serat keluar dari sisir yang terdekat dengan praktikan
c.    Menjepit ujung-ujung serat dengan pinset besar (penjepit) dan menariknya dari sisir perlahan-lahan pada arah horizontal.
d.    Memegang  terus  serat  kemudian  taruh  pinset  pada  sisir  yang  terluar  dari susunan sisir kedua dan luruskan serat secara hati-hati sepanjang sisir sampai ujung  penjepit  menyentuh  sisir  terdalam.  Mendorong  serat  sedikit  serat  ke bawah  dengan  alat  penekan.  Ulangi  pekerjaan  ini  sampai  pemindahan  serat yang  menonjol keluar  selesai.  (serat  tidak  boleh  menonjol  keluar  lebih  dari  2 mm dari sisir kedua yang terdekat)
e.    Menurunkan sisir pertama terdekat dan melanjutkan pemindahan serat. (keterangan : jangan menarik serat secara sekaligus tetapi sedikit demi sedikit demi  sedikit  kira-kira  empat  kali  penarikan  atau  lebih,  penarikan  dimulai  dari serat  yang  paling  panjang  menonjol  keluar.  Lebar  serat  pada  susunan  sisir kedua tidak boleh lebaih besar dari lebar pinset besar yang digunakan.)
f.      Melanjutkan  pemindahan  serat,  menurunkan  susunan  sisir  berikutnya, demikian  sampai  semua  serat  dipindahkan  dari  susunan  sisir  pertaman  ke susunan sisir kedua.
g.    Meluruskan  ujung-ujung  serat  yang  keluar  dari  sisir  terluar  perlahan-lahan dengan  menggunakan  jarum  pemisah.  Menarik  ujung  serat  yang  menonjol keluar  lebih  dari  2  mm  dengan  penjepit  dan  taruh  kembali  pada  sisir  yang sama. Lanjutkan pekerjaan ini sampai ujung serat rata dan lurus.
h.    Menurunkan  sisir  bagian  terluar  yang  memegang  contoh  uji  satu  persatu sampai ujung-ujung serat terlihat. Tarik ujung-ujung serat yang keluar dan taruh kembali  pada  contoh  uji  tersebut  sambil  diluruskan  sebagaimana  langkah sebelumnya. Lanjutkan proses pelurusan serat sampai serat-serat yang ditarik dari  sisir  terluar  tersusun  kembali  pada  sisir  terdalam  dan  ujung-ujung  serat menjadi lurus dan rata. Dengan demikian pemindahan pertama selesai.
Pemindahan Kedua
a.    Serat yang telah tersusun di sisir bawah baersorter dipindahkan ke sisir atas (pemindahan tidak sampai pada dasar sisir atas).
b.    Setelah semua serat dari sisir bawah dipindahkan ke sisir atas, maka sisir atas diturunkan  ke  sisir  bawah  sehingga  sisir  atas  dan  bawah  berimpit  dan  serat berada di antara kedua sisir.
5.    Melakukan Penyusunan Fraksi Serat berdasarkan fraksi panjang (pengelompokan serat dengan panjang yang sama).
a.Menjatuhkan satu persatu sisir (sisr atas dinaikkan dan sisir bawah dijatuhkan sampai terlihat ujung serat.
b.Menarik  kelompok  serat  yang  terlihat  ujungnya  dan  di  letakkan  pada  papan beludru.
c.  Melakukan  kegiatan  di  atas  secara  berturut  –  turut  sampai  serat  habis dipindahkan ke papan beludru.
6.    Menimbang hasil penyusunan fraksi panjang serat (serat yang berada di papan beludru)dengan cara menimbang serat berdasarkan fraksi panjang (pengelompokan serat berdasarkan panjang serat).
7.    Mengolah data dan perhitungan.

ALAT-ALAT & BAHAN
a     Alat-alat:
·         Baersorter

·         Garpu

·         Penjepit

·         Pinset

·         Papan Beludru


b.   Bahan:

·         Serat Kapas Australia

Lihat Juga

loading...

See Also

loading...

Ahli Desain Tekstil . 2018 Copyright. All rights reserved. Designed by Andrian Wijayono